Integrasi ini memberikan manfaat nyata bagi IKM berupa stabilitas pesanan, efisiensi produksi, dan reputasi bisnis yang lebih kredibel di mata pasar domestik.
Baca juga:Â Kemenperin Masukkan Ratusan IKM Otomotif ke Rantai Pasok Pabrik Kendaraan Listrik
Sertifikat ISO 9001:2015 telah menjadi salah satu persyaratan penting bagi IKM untuk dapat bergabung dalam rantai pasok industri.
“Karena itu, Kemenperin terus memberikan pendampingan agar pelaku IKM mampu memahami sekaligus menerapkan standar tersebut secara optimal,” ujar Menperin.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menambahkan bahwa program fasilitasi yang berjalan sejak 2021 ini bertujuan mendorong IKM naik kelas secara sistematis.
Dengan tata kelola yang lebih baik, para pelaku IKM tidak hanya menghasilkan produk berkualitas tinggi, tetapi juga mampu mencapai efisiensi.
Efisiensi itu sendiri merupakan hal yang krusial dalam menjaga margin keuntungan di tengah fluktuasi biaya produksi.
Baca juga:Â Pangkas Biaya Produksi IKM Batik demi Gulung Tekstil Impor Printing
Akselerasi Pertumbuhan Melalui Standarisasi
Data terbaru menunjukkan potensi besar IKM nasional dalam menyerap tenaga kerja, namun kontribusi nilai tambah sektor ini masih perlu ditingkatkan.
Sehingga daya saing entitas bisnis skala kecil dapat lebih seimbang dengan industri besar.
Program fasilitasi yang melibatkan workshop asesmen hingga audit sertifikasi ini memberikan peta jalan yang jelas bagi IKM untuk mencapai standar kelas dunia.
Implementasi standar ini menjadi langkah nyata dalam memodernisasi sektor industri logam yang selama ini menjadi tulang punggung manufaktur.




