Baca Juga: Tahan Gempuran Kurs, Pendapatan PLN Tembus Rp582,6 Triliun Sepanjang 2025
Selain faktor cuaca, tim investigasi di lapangan juga menemukan kendala minor berupa komponen penghubung (jumperan) yang terputus serta ruang bebas transmisi yang terganggu oleh vegetasi pohon.
Prosedur Pemulihan Bertahap Hindari Lonjakan Beban
Membangkitkan kembali raksasa kelistrikan Sumatra yang telanjur padam total diakui membutuhkan penanganan taktis yang rumit.
Manajemen PLN menginstruksikan ratusan personel bersiaga penuh di unit-unit gardu induk penopang untuk mempercepat proses sinkronisasi pembangkit secara bertahap.
Proses penormalan atau recovery komprehensif ini diproyeksikan memakan waktu yang cukup signifikan, yakni berkisar antara 8 hingga 10 jam sejak awal terjadinya pemadaman listrik massal secara ekstem.
“PT PLN (Persero) memohon maaf atas gangguan kelistrikan yang terjadi di sebagian wilayah Sumatra pada Jumat (22/5).”
Baca Juga: Pacu Elektrifikasi Ramah Lingkungan, PLN Unit Jawa Bagian Tengah Kebut Proyek Hijau
“Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi yang disebabkan oleh cuaca buruk,” jelas Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, dalam pernyataan resminya.
PLN memastikan pemulihan jaringan transmisi 275 kV yang sempat merembet ke seluruh jaringan Sumatra tersebut kini telah berhasil diatasi di titik kerusakan utama. Fokus petugas saat ini beralih pada percepatan kestabilan pasokan di sisi pembangkit.






