Dalam ajang tersebut, para pelaku industri difasilitasi untuk melakukan negosiasi awal dengan pemasok kemasan, penyedia bahan baku, hingga agregator distribusi guna mendorong hilirisasi komoditas lokal.
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kemenperin, Budi Setiawan, menyebutkan ada 29 IKM kosmetik binaan yang diterjunkan dalam agenda business matching ini.
Saat ini, para pelaku usaha mikro tersebut dilaporkan mulai bergerak aktif mengirimkan sampel produk kepada para calon investor dan mitra potensial.
“Saat ini para IKM telah mulai mengirimkan sampel produk kepada calon mitra potensial dan kami akan terus mengawal hasil dari pertemuan bisnis ini untuk memastikan terciptanya ekosistem industri kosmetik yang mandiri, kompetitif, dan berkelanjutan,” pungkas Budi. (*)





