Baca Juga: Bingung Cari Buyer Luar Negeri? Kemendag Siapkan Pendampingan Ekspor dan Desain bagi UMKM
Selain kontrak kerja sama utama, skema penjajakan bisnis satu lawan satu (one-on-one business matching) berhasil menyedot komitmen transaksi senilai USD 25,89 juta untuk produk lada hitam, arang kelapa, dan manggis.
Sisa transaksi senilai USD 2,4 juta diamankan langsung dari lantai pameran SIAL melalui produk olahan kacang almond dan kelapa parut kering.
Salah satu pelaku usaha, PT Aditama Tunggal Perkasa, mencatatkan sukses besar setelah berhasil mengunci kontrak penjualan produk turunan kelapa seperti cocopeat, cocofiber, dan cocobristle dengan pembeli asal Negeri Tirai Bambu tersebut.
“Merupakan kebanggaan dan pencapaian besar bagi saya dapat menjadi bagian dari Misi Dagang Indonesia ke RI bersama Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian Pertanian pada 19 Mei 2026,” ujar Perwakilan PT Aditama Tunggal Perkasa, Rizky Adiliah.
Baca Juga: Kemendag Bidik Pasar Jepang, Akselerasi Ekspor Sektor Ekonomi Sirkular dan Ramah Lingkungan
Menurutnya, melalui kegiatan ini, PT Aditama Tunggal Perkasa berhasil melakukan penandatangan kontrak dengan buyer dari RRT untuk produk unggulan kami, yaitu cocopeat, cocofiber, dan cocobristle.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa produk turunan kelapa Indonesia memiliki kualitas, daya saing, dan peluang pasar yang sangat besar di tingkat global.
“Terima kasih kepada Kementerian Perdagangan serta Kementerian Pertanian atas dukungan dan fasilitasi yang telah membuka jalan bagi pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar internasional,” imbuhnya.






