Baca Juga: Kemenperin Gandeng Startup, Akses Kerja Disabilitas di Industri Manufaktur
“Potensi pengembangan kemasan berbasis kertas sangat besar, terutama untuk kebutuhan ritel, industri mamin, e-commerce, dan logistik. Saat ini kita juga fokus dalam pengembangan aseptic packaging untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasok dingin (cold chain),” kata Putu.
Melirik Bioplastik Singkong dan Rumput Laut
Selain kertas, pemerintah juga melirik potensi hayati Indonesia seperti singkong dan rumput laut untuk dikonversi menjadi bioplastik.
Berdasarkan data SIINas, kapasitas produksi bioplastik berbasis ubi kayu saat ini mencapai 8 ribu ton per tahun, sementara berbasis rumput laut sebesar 28 ton per tahun.
“Saat ini sudah ada beberapa pelaku usaha bioplastik berbahan baku ubi kayu dan rumput laut. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri ini karena merupakan salah satu produsen utama ubi kayu dan rumput laut dunia,” ungkap Putu.
Baca Juga: BNI Luncurkan ESG Advisory Playbook Pertama di Indonesia, Percepat Transformasi Hijau Industri Sawit
Kemenperin menegaskan akan terus memantau dampak gejolak eksternal dan memperkuat struktur industri nasional melalui penguatan sektor hulu.
Diversifikasi bahan baku ini diharapkan tidak hanya menjaga keberlanjutan produksi industri agro, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar hijau global. (*)






