“Indikator kenyamanan bertransaksi juga stabil, tecermin dari rata-rata bid-ask spread yang terjaga di angka 1,50 persen,” kata Hasan.
OJK mencatat ada serbuan 1,26 juta investor baru yang membuka rekening dalam waktu satu bulan saja. Penambahan ini mendongkrak total investor pasar modal tumbuh 36,27 persen secara tahunan menjadi 27,75 juta orang.
Baca juga:Â Perkuat Permodalan, OJK Pacu Konsolidasi Ratusan BPR/S Sepanjang Tahun 2026
Gerakan pendalaman pasar yang gencar ditiupkan OJK bersama industri keuangan kini mulai membuahkan hasil: investor lokal pelan-pelan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Rapor Obligasi dan Reksa Dana yang Bertahan
Beralih ke pasar utang, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menutup akhir Mei di level 437,26, atau menguat tipis 0,32 persen mtm.
Di sisi lain, tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) merangkak naik rata-rata 5,61 bps mtm atau 56,22 bps ytd, sebagai dampak logis dari pergeseran persepsi risiko global.
“Di pasar ini, asing mencatat net sell Rp3,70 triliun pada SBN, namun sebaliknya mengantongi beli bersih (net buy) Rp0,20 triliun di pasar obligasi korporasi,” paparnya.
Sektor pengelolaan investasi pun memperlihatkan ketahanan serupa. Nilai dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) bertengger di angka Rp1.049,84 triliun per 29 Mei 2026.
Baca juga:Â Dorong Budaya Menabung, OJK Catat Tabungan Pelajar Tembus Rp29,13 Triliun
“Angka ini hanya termoderasi tipis 1,00 persen secara bulanan dan masih tumbuh positif 0,68 persen secara ytd,” imbuh dia.




