Untuk Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksa Dana, angkanya parkir di level Rp685,76 triliun. Walau sempat diwarnai aksi penarikan dana (net redemption) oleh investor sebesar Rp1,77 triliun sepanjang Mei, secara kumulatif tahunan industri reksa dana masih mencatatkan pertumbuhan tebal lewat pembelian bersih (net subscription) senilai Rp21,61 triliun.
Mesin Pencari Modal Dunia Usaha
Hasan Fawzi optimistis, di tengah ketatnya likuiditas perbankan, lantai bursa tetap menjadi keran pendanaan jangka panjang yang gurih bagi korporasi.
Sepanjang tahun ini berjalan, nilai penggalangan dana (fundraising) oleh dunia usaha telah menembus Rp68,18 triliun.
Pasokan modal tersebut datang dari 1 Penawaran Umum Saham Perdana (IPO), 1 Penawaran Umum Terbatas (PUT), 6 Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 51 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.
Baca juga:Â Satgas PASTI Gulung 953 Entitas Ilegal, OJK Blokir Rp585 Miliar Dana Scam
Antrean perusahaan yang ingin berburu modal di bursa dipastikan masih panjang. Dalam kantong rencana (pipeline) OJK, saat ini terdapat 75 rencana Penawaran Umum baru yang siap mengantre dengan nilai indikatif fantastis mencapai Rp64,26 triliun.
Bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah, instrumen Securities Crowdfunding (SCF) juga terus berkembang. Saban bulan, ceruk modal alternatif ini terus kedatangan pemain baru.
“Per akhir Mei, total dana yang berhasil dihimpun melalui SCF sejak pertama kali digulirkan telah menembus angka Rp1,94 triliun,” ungkapnya.
Mengintip Pasar Derivatif dan Bursa Karbon




