“Langkah cepat yang dilakukan di lapangan menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan operasional pelayaran dan memastikan seluruh aktivitas pengangkutan barang berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Heri.
Memburu Otak Pengirim Kargo Berbahaya
Manajemen PELNI menjanjikan dukungan data manifest penumpang dan logistik secara utuh kepada penyidik TNI AL guna memburu otak intelektual di balik pengiriman merkuri ilegal tersebut.
Perusahaan pelat merah ini memperketat barikade pengawasan di setiap pintu masuk pelabuhan demi menyumbat celah penyelundupan komoditas berbahaya di atas armada mereka.
Heri menegaskan bahwa korporasi tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran hukum yang mempertaruhkan keselamatan kru kapal dan penumpang.
“Keselamatan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi prinsip utama yang selalu kami pegang dalam menjalankan operasional perusahaan,” kata Heri menambahkan.
Baca juga: Cari Ratusan Pelaut Baru, PT PELNI Gelar Rekrutmen Terbuka dan Campus Hiring
Perwira Penghubung Pertebal Benteng Kapal
Otoritas PELNI dan TNI AL sejatinya telah mengikat kerja sama pengamanan taktis ini sejak dua tahun terakhir.
Kedua institusi menempatkan sejumlah perwira penghubung (liaison officer) TNI AL di Kantor Pusat PELNI serta empat kantor cabang utama, meliputi Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Ambon.
Kehadiran para serdadu ini terbukti ampuh mendeteksi potensi ancaman keamanan di area pelabuhan dan dek kapal secara dini.
Grup pelayaran terbesar di Indonesia ini juga melipatgandakan jumlah personel pengamanan militer saat memasuki musim puncak liburan seperti Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru.




