Sinergi ini bertujuan menciptakan rantai pasok yang solid melalui kajian material yang tepat guna dan proses produksi yang efisien.
Baca juga: Wamen Ekraf Dukung Penguatan Ekosistem Seni Rupa Indonesia Lewat Tatler Studio 300
Pemerintah meyakini bahwa inovasi lokal yang berbasis pada riset kuat memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional.
Menurut Wamen Ekraf, riset dan pengembangan di kampus harus bisa bertemu dengan kebutuhan industri kreatif.
“Ketika ada proyeksi bisnis yang kuat dan pemanfaatan kekayaan intelektual yang tepat, inovasi lokal bisa berkembang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berdaya saing global,” imbuhnya.
Potensi Rami untuk Ekonomi Sirkular
Aruna Creative mengintegrasikan pendekatan riset, hilirisasi industri, serta pemberdayaan petani lokal dalam pengolahan serat rami.
Tanaman rami menawarkan konsep zero waste karena seluruh bagian tanamannya memberikan nilai ekonomi bagi industri.
Baca juga: Grand Final MPL ID S17: Wamen Ekraf Sebut Esports Wadah Kreatif Masa Depan
Inisiatif ini tidak hanya memperkuat posisi tekstil domestik tetapi juga mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan bahan baku dari luar negeri.
Founder Aruna Creative, Yuliana Fitri menjelaskan, rami itu bisa menjadi salah satu serat unggulan yang harus disebarluaskan di Indonesia.
Sehingga ada edukasi terhadap industri fesyen supaya rami bisa dikembangkan dan dipakai dengan nyaman.
Dengan demikian, Indonesia tidak ketergantungan bahan baku dari luar negeri dan bisa fokus terhadap rami karena sangat menguntungkan dari hulu ke hilir.




