“Momentum menuju penayangan perlu dimanfaatkan sejak awal. Pengembangan merchandise dan kolaborasi dengan berbagai pihak dapat membuka nilai tambah ekonomi dari IP film,” tambahnya.
Ekspansi Global dan Kampanye Nasional
Sebagai bagian dari pemanasan menuju peluncuran sekuel, Kementerian Ekraf mengusulkan aktivasi melalui pemutaran kembali film pertama “5 cm” di berbagai daerah. Langkah ini akan diintegrasikan dengan kampanye nasional “Bangga Produk Kreatif Indonesia”.
Di level internasional, pemerintah menyiapkan panggung promosi melalui forum seperti World Conference on Creative Economy (WCCE) dan berbagai festival film dunia. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pasar IP Indonesia ke kancah global.
Cerita Segar untuk Generasi Muda
CEO Soraya Intercine Films, Sunil Soraya, menyambut baik dukungan pemerintah. Ia mengungkapkan bahwa sekuel terbaru “5 cm” akan menghadirkan narasi yang lebih relevan bagi generasi saat ini dengan tetap mempertahankan nilai inti tentang persahabatan dan kecintaan terhadap tanah air.
Baca Juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Film ‘Meja Tanpa Laci’ Angkat Pesan Integritas Polri
“Kami ingin membawa semangat yang sama dari film pertama, tetapi dengan pendekatan yang lebih relevan untuk generasi saat ini. Nilai persahabatan, mimpi, dan kecintaan terhadap Indonesia tetap menjadi inti cerita,” tutur Sunil.
Melalui sinergi ini, pemerintah berharap industri perfilman dapat bertransformasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (*)






