Sokongan terhadap para pengrajin lokal dinilai sangat tepat menyasar Bali, yang selama ini dipandang sebagai salah satu pusat ekosistem ekonomi kreatif nasional.
Chief Representatives USABC Indonesia, Nugraheni Utami, menyebut format pemberdayaan ke depan harus digeser. Fokus utama regulator bukan lagi sekadar memperbanyak jumlah unit usaha, melainkan mempertebal otot daya saing mereka agar benar-benar naik kelas.
Manfaat dari bimbingan teknis yang konsisten ini diakui langsung oleh pelaku usaha di lapangan. Sintawati, pemilik usaha perak Perak Mulia Abadi Bali yang sukses menembus pasar Amerika Serikat sejak 2024, mengakui bahwa pelatihan literasi ekspor sangat membuka cakrawala bisnisnya.
“Mengikuti acara seperti ini penting bagi UMKM untuk menambah wawasan. Sebelumnya saya tidak mengetahui bahwa usaha perorangan juga bisa melakukan ekspor langsung, tapi setelah mengikuti pelatihan saya mendapat ilmu dan bimbingan,” ujar Sintawati.
Baca juga: Lindungi UMKM dari ‘Market Abuse’ di E-Commerce, Menteri Maman Gandeng Meutya Hafid
Ia berharap, dengan kegiatan kali ini juga bisa menambah jejaring sebagai upaya saya menambah pembeli di Amerika.
Masih di hari yang sama, Wamendag Roro melanjutkan gerilya komunikasinya dengan menghadiri diskusi terpumpun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bali.
Di depan para pengusaha muda, ia berjanji bahwa Kemendag siap menjadi makelar yang menjembatani produk lokal Bali—baik komoditas konvensional seperti kriya dan fesyen, maupun nonkonvensional seperti cokelat dan kopi—ke hadapan para pembeli internasional.




