Di dua kawasan itu sudah dikembangkan banyak real estate dalam berbagai skala termasuk kota baru. Bentuknya bukan hanya landed residential tapi juga apartemen dengan segala fasilitasnya. Sementara Setu baru mulai mengemuka belakangan setelah dibangunnya tol JORR 2 Cimaci sejak beberapa tahun lalu.
Karena itu dibanding dua wilayah pertama, harga tanah di Setu ketinggalan jauh. Kalau di Kota Bekasi harga tanahnya saat ini berkisar antara Rp5,8-7,9 juta/m2 tergantung kawasan, di Cikarang yang banyak dihuni proyek kota baru antara Rp7,1-Rp11,3 juta, di Setu baru Rp3,8 juta-Rp6,5 juta.
Begitu pula harga tanah di kawasan Cileungsi, Bogor, yang berbatasan langsung dengan Setu dan juga dilintasi tol Cimaci, harga tanahnya sudah lebih tinggi, antara Rp6,7 juta-Rp8,6 juta.
Baca Juga: Kuasa Penuh Dibalik UU Agraria, Amdal Tol Cimanggis – Cibitung Diabaikan
“Karena itu properti di Setu jadi sangat prospektif. Potensi kenaikan harganya tinggi. Potensi terbesar di sekitar exit tol Cimaci di Kecamatan Setu,” kata Ali.
Ia memberi contoh Mustika Garden Tamansari, yang lokasinya bisa ditempuh dalam lima menit dari gerbang tol Setu Selatan, salah satu pintu tol di jalan tol Cimaci.
Di Setu sendiri sudah sejak lama banyak dikembangkan proyek perumahan. Tapi, kebanyakan menawarkan rumah satu lantai dengan desain tipikal (standar) dan fasilitas seadanya. Rumah dua lantai baru sedikit.
Harga rumah satu lantai di berbagai perumahan di kawasan Setu itu saat ini menurut IPW berkisar antara Rp354 juta-Rp641 juta/unit, sedangkan rumah dua lantai antara Rp680 juta/Rp1,1 miliar.






