URBANCITY.CO.ID – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menginstruksikan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk menciptakan terobosan skema pembiayaan baru, khususnya bagi rumah susun (rusun) subsidi.
Langkah ini diambil guna mengejar ketimpangan antara kebutuhan hunian vertikal dengan realisasi pembangunan yang masih minim.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Menara Mandiri, Jakarta, Jumat, 17 April 2026, Maruarar mengapresiasi kinerja BP Tapera di bawah kepemimpinan Heru Pudyo Nugroho.
Namun, ia memberikan catatan kritis terkait rendahnya angka realisasi pembangunan rumah susun subsidi dalam periode lima tahun terakhir.
Baca Juga: Menteri PKP Maruarar Sirait Siapkan Pembangunan Rusun untuk Prajurit TNI AU di Lampung
Tapera sangat bagus. Ini hasil kerja keras seluruh tim BP Tapera. Dalam lima tahun terakhir, realisasi rumah susun masih sekitar 140 unit, sementara rumah tapak subsidi tahun lalu mencapai 278 ribu unit.
“Ke depan, kami mendorong adanya terobosan pembiayaan, baik untuk rumah susun maupun rumah tapak subsidi agar capaian program semakin meningkat, termasuk target yang lebih tinggi pada tahun depan,” ujar menteri yang akrab disapa Ara tersebut.
Fokus pada Hunian Vertikal
Ara menekankan bahwa keterbatasan lahan di wilayah perkotaan menuntut pemerintah untuk lebih agresif dalam menyediakan skema pembiayaan rusun yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Menurutnya, skema baru yang tengah digodok tahun ini diharapkan mampu mendongkrak angka ketersediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).




