URBANCITY.CO.ID – Sebanyak 5.997 jemaah haji asal Indonesia gelombang pertama resmi mengawali rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Hingga Kamis, 23 April 2026, belasan kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Madinah dan menempati fasilitas penginapan yang terletak sangat dekat dengan pusat ibadah, Masjid Nabawi.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, mengungkapkan kebahagiaan para jemaah, terutama kelompok lansia dan penyandang disabilitas, karena mendapatkan hotel dengan jarak hanya sekitar 50 meter dari masjid.
Tercatat lebih dari 2.500 jemaah menempati penginapan yang berdekatan dengan pintu 330 Masjid Nabawi.
Baca Juga: Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Terminal 2F Soetta Siap Layani Jemaah Haji 2026
“Jarak penginapan ke masjid hanya sekitar 50 meter, memudahkan jemaah—terutama lansia dan penyandang disabilitas—untuk beribadah dan berziarah, termasuk ke Raudhah,” ujar Khalilurrahman.
Waspada Cuaca dan Imbauan Kesehatan
Mengingat mayoritas jemaah tahun ini masuk dalam kategori lanjut usia, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, meminta para tamu Allah untuk membatasi aktivitas fisik yang tidak perlu.
Kondisi tubuh yang bugar menjadi modal krusial sebelum menghadapi puncak haji di Makkah pada Mei mendatang.
“Jemaah diharapkan selalu menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri, mengingat rangkaian ibadah haji masih panjang,” ujar Yusron.
Baca Juga: Lepas Kloter Pertama, Menteri Haji Irfan Yusuf Ingatkan Jemaah Gunakan Visa Resmi
Suhu udara yang mulai meningkat di Madinah juga menjadi perhatian. Petugas mengimbau jemaah untuk menggunakan alat pelindung diri seperti payung, masker, kacamata, hingga tabir surya. Jemaah juga disarankan rutin meminum air setiap 20 menit guna menghindari dehidrasi ekstrem.




