URBANCITY.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis kinerja industri perbankan nasional sepanjang tahun ini akan tetap berada di jalur yang kokoh.
Meski dibayangi oleh volatilitas pasar keuangan global dan domestik, regulator memastikan bahwa permodalan bank di tanah air masih sangat tebal untuk meredam potensi guncangan.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa ketangguhan struktur modal saat ini menjadi penopang utama bagi bank dalam menjalankan fungsi intermediasi secara aman.
“Kami memandang bahwa kinerja perbankan secara umum akan tetap solid dengan profil risiko terjaga serta fungsi intermediasi yang berjalan baik,” ujar Dian dalam wawancara tertulis, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Sikat Habis Fraud Perbankan! OJK Blacklist Oknum Pegawai Lewat Sistem Sipelaku
Struktur permodalan perbankan saat ini juga cukup kuat menjadi bantalan mitigasi risiko dalam mengantisipasi kondisi ketidakpastian baik yang berasal dari global maupun domestik.
Waspadai Efek Suku Bunga Global dan Fluktuasi Rupiah
Kendati rapor kuartal pertama tahun ini menunjukkan ketahanan yang baik, OJK memberikan catatan kritis.
Laju penyaluran kredit ke depan akan sangat sensitif terhadap dinamika iklim investasi serta pergerakan indikator ekonomi makro, termasuk tren suku bungan global dan fluktuasi nilai tukar Rupiah.
Dian menegaskan bahwa menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tidak bisa bersandar pada sektor perbankan sendirian.
Diperlukan kerja sama lintas sektoral yang kuat agar ekspansi kredit tidak memicu tumpukan kredit macet di masa depan.




