URBANCITY.CO.ID – Target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dipatok pemerintah mustahil tercapai jika hanya mengandalkan korporasi raksasa di perkotaan.
Tanpa adanya pemerataan di tingkat tapak, angka pertumbuhan yang tinggi hanya akan menjadi pajangan statistik yang semu. Atas dasar itu, pemerintah kini berkomitmen menempatkan koperasi sebagai instrumen utama untuk menggerakkan sendi-sendi ekonomi kerakyatan.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah, menegaskan bahwa keadilan ekonomi hanya bisa diraih jika kue pertumbuhan dinikmati oleh masyarakat luas.
Salah satu senjata utama yang disiapkan adalah Koperasi Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP). Wadah ini dirancang khusus untuk memotong ketimpangan sosial sekaligus menjadi mesin penggerak baru di daerah.
Baca juga:Â Kementerian Ekraf Genjot Investasi Gim dan Animasi Guna Percepat Pertumbuhan Ekonomi Nasional
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih selain untuk mendorong angka pertumbuhan 8 persen, juga menjadi cara yang digunakan untuk memeratakan pertumbuhan ekonomi,” ujar Wamenkop Farida dalam acara Sharing Session Rapat Koordinasi Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah di Bandung, dikutip 9 Juni 2026.
Farida membeberkan modal kuantitatif yang dimiliki Indonesia saat ini sangat menjanjikan. Secara nasional, terdapat sekitar 222 ribu unit koperasi aktif, di mana 83 ribu di antaranya merupakan jaringan KDKMP.
Ekosistem ini ditopang oleh 31 juta anggota aktif dengan kekuatan modal terkumpul mencapai Rp300 triliun, total aset Rp325 triliun, serta akumulasi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang bertengger di angka hampir Rp8 triliun.




