Siasat Membelah Jalur Inkubasi dan Penguatan Operasional
Kendati memiliki modal jumbo, potret koperasi hari ini dinilai masih jago kandang di sektor simpan pinjam tradisional.
Baca juga:Â Mendag Budi Santoso Bidik Ekspor UMKM Rp2,6 Triliun dan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Untuk melipatgandakan dampak berantai (multiplier effect) terhadap pendapatan domestik bruto, Kementerian Koperasi mendesak agar armada usaha ini mulai berani menerjang sektor produktif atau manufaktur hulu.
Pemerintah berjanji tidak akan melepas perajin lokal bertarung sendiri di pasar bebas. Skenario intervensi disiapkan melalui konsolidasi kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Kemudian, pembukaan keran pembiayaan yang lebih longgar, serta digitalisasi tata kelola demi menangkal manajemen yang korup.
“Ketika kita berkeinginan agar koperasi kita ini bisa menguasai di sektor produksi, maka dua hal yang bisa dilakukan yaitu adalah inkubasi koperasi yang masih skala kecil, yang kedua adalah penguatan koperasi yang produksinya sudah skala besar,” kata Farida memaparkan strateginya.
Kemenkop memastikan akan menggandeng OJK serta mengerahkan Badan Layanan Umum (BLU) di bawah kepemimpinannya, yakni Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), untuk turun langsung mengawal performa KDKMP.
Baca juga:Â Ekonom Global: Fondasi Indonesia Solid, Berpeluang Genjot Pertumbuhan Ekonomi Hingga 6 Persen
“Dengan dukungan regulasi, pembiayaan, dan digitalisasi, koperasi diyakini mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi 8 persen yang merata,” ucapnya optimistis.




