URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian melipatgandakan sinergi dengan lembaga internasional guna merombak wajah sektor manufaktur domestik.
Kemenperin mempererat kemitraan strategis bersama Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) yang telah terjalin sejak 2009.
Langkah taktis ini bertujuan memacu transformasi pabrik-pabrik nasional menuju ekosistem industri hijau yang modern, rendah emisi, dan tangguh di pasar global.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan komitmen tersebut saat menerima kunjungan Deputy to the Director General UNIDO, Zou Ciyong, di Jakarta.
Pertemuan ini mengonstruksi hasil dialog awal antara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII), Tri Supondy, dengan delegasi UNIDO dalam forum internasional BRICS di Xiamen, Tiongkok.
Baca juga:Â Kemenperin Masukkan Ratusan IKM Otomotif ke Rantai Pasok Pabrik Kendaraan Listrik
Pemerintah ingin mengamankan transfer teknologi terkini untuk menyokong efisiensi energi di kawasan industri.
Menurut Menteri Agus, kemitraan dengan organisasi internasional dan negara sahabat perlu terus diperkuat.
“Tujuannya, mendukung transformasi industri Indonesia yang inovatif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan daya saing nasional,” ujarnya.
Mematangkan Kerangka Kerja Sama Khusus Lintas Sektor
Sebelumnya, delegasi Kemenperin dan manajemen UNIDO menggodok sejumlah program strategis di sela-sela agenda global BRICS PartNIR 2026.
Kedua pihak bersepakat mempercepat finalisasi dokumen Programme for Country Partnership (PCP) sebagai payung hukum kolaborasi multi-sektor.




