URBANCITY.CO.ID – Kekayaan intelektual berbasis sastra klasik memegang potensi ekonomi kreatif luar biasa bagi industri hiburan dan gaya hidup urban modern.
Karakter kuat dan narasi autentik Nusantara terbukti mampu bertransformasi menjadi aset komersial bernilai tinggi yang melintasi berbagai medium media.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengkapitalisasi ekosistem sastra nasional agar mampu menembus pasar global saat menghadiri peringatan 130 Tahun Aman Datuk Madjoindo sekaligus peluncuran buku “Tambo Minangkabau” di Graha Utama Kompleks Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Aman Datuk Madjoindo mencatatkan warisan literasi legendaris berupa 54 karya sastra, termasuk 20 novel yang menjadi cetak biru budaya pop Indonesia.
Baca Juga:Â Kemenekraf Dukung Inkverse Fest 2026, Angkat Seni Body Art Jadi Kekayaan Intelektual Nasional
Novel fenomenal Si Doel Anak Betawi terbitan Balai Pustaka tahun 1932 berhasil membuktikan kekuatan sebuah karya sastra dalam menciptakan waralaba konten bernilai ekonomi raksasa, mulai dari karya musik, film layar lebar garapan Sumanjaya pada dekade 1970-an, hingga serial televisi legendaris sepanjang 1994 hingga 2006.
Transformasi ini menjadi bukti konkret bahwa karya sastra klasik menyimpan nilai investasi hak kekayaan intelektual (IP) yang berkelanjutan bagi industri kreatif.
Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual Kementerian Kebudayaan menginisiasi momentum ini guna membuka mata generasi muda urban terhadap potensi bisnis literasi Nusantara.




