URBANCITY.CO.ID – Keluarga modern perkotaan menempatkan literasi teknologi sebagai fondasi investasi masa depan yang krusial bagi generasi penerus.
Membekali anak dengan gawai semata tidak lagi memadai tanpa penguasaan daya cipta dan logika berpikir digital tingkat tinggi.
Menjawab tuntutan zaman tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Assemblr Edu serta Samsung menghelat ajang ImajiNation 2026 melalui skema kolaboratif Partisipasi Semesta.
Program strategis ini menjembatani ruang kelas konvensional menuju laboratorium kreasi interaktif berbasis teknologi 3D, augmented reality (AR), dan virtual reality (VR).
Baca Juga: Investasi Daya Saing Anak: Kemendikdasmen Wajibkan Bahasa Inggris Sejak SD
Inisiatif ini melatih para siswa dan tenaga pendidik agar mampu mengendalikan teknologi secara produktif, bukan sekadar terjebak sebagai konsumen pasif di tengah derasnya arus digitalisasi perkotaan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengingatkan generasi muda agar memosisikan kemajuan teknologi sebagai instrumen pengungkit kecerdasan intelektual.
“Teknologi harus tetap menjadi alat. Kalian harus tetap menjadi bos dari teknologi itu, jangan sampai kalian menjadi budak teknologi atau orang yang sangat bergantung dan tidak bisa lepas dari teknologi. Otak kalian, kecerdasan kalian, harus terus kalian asahi dengan teknologi sebagai alat bantunya,” pesan Mendikdasmen kepada para peserta ImajiNation 2026.
Mendikdasmen juga menekankan nilai sportivitas serta ketangguhan mental dalam setiap proses penciptaan karya.




