Kolaborasi ini juga disaksikan oleh Managing Director Boeing Indonesia Indra Duivenvoorde, Program Manager Boeing Southeast Asia Davida Gondohusodo, IATA Assistant Manager Industry Affair Marisqa Debora, Direktur Operasi Angkasa Pura Indonesia Agus Haryadi, serta perwakilan maskapai penerbangan.
Baca Juga: AirNav Kerahkan Relawan BUMN: Dorong Potensi Desa Boyolali
Solusi Cerdas Urai Kepadatan Runway Bali
Kolaborasi mutakhir ini menargetkan penurunan durasi antrean pesawat di darat (taxiway) sekaligus melipatgandakan utilitas landas pacu (runway).
Melalui pendekatan berbasis teknologi prediktif, tim ahli membedah kondisi lapangan memakai perangkat lunak kelas dunia Total Airspace and Airport Modeller (TAAM).
Simulasi digital ini memastikan setiap detik pergerakan armada komersial menghasilkan efisiensi waktu, konsumsi avtur yang lebih hemat, dan kenyamanan maksimal bagi para penumpang perkotaan.
Baca Juga: Sinyal GPS Pesawat Diacak, Komisi V DPR Cek Benteng Navigasi AirNav Indonesia
“Yang kami lihat bukan hanya kondisi operasi saat ini, tetapi juga berbagai opsi yang memungkinkan pergerakan pesawat lebih efisien. Setiap opsi akan diuji melalui pemodelan dan simulasi sehingga rekomendasi yang dihasilkan memiliki dasar analisis yang kuat,” ujar Avirianto.
Kesepakatan ini memperpanjang kemitraan strategis dari Nota Kesepahaman (MoU) tahun 2023 silam. Kerja sama jangka panjang ini terus memperkuat pilar manajemen ruang udara, peningkatan kapabilitas SDM aviasi nasional, hingga penyusunan perencanaan strategis lalu lintas penerbangan Indonesia yang berdaya saing global.




