Simulasi 4D Presisi Pacu Skalabilitas Bisnis
Proses riset mengawali kerjanya lewat pemodelan baseline TAAM guna memetakan denyut operasional harian Bandara I Gusti Ngurah Rai secara akurat.
Sistem membaca simulasi jadwal penerbangan penuh selama 24 jam dalam dua konfigurasi arah pergerakan pesawat (east flow dan west flow).
Baca Juga: Sinyal GPS Pesawat Terganggu RFI, AirNav Indonesia Siapkan Navigasi Darat Cadangan
Analisis komprehensif ini menghasilkan keluaran data statistik operasional dan visualisasi empat dimensi (4D) yang memproyeksikan pergerakan dinamis di bandara.
Guna memastikan akurasi data lapangan, AirNav dan Boeing segera menerjunkan Subject Matter Experts (SME) langsung ke Denpasar.
Tim gabungan ini mengobservasi menara Air Traffic Control (ATC), fasilitas radar terminal, pusat kendali operasi maskapai dan ground handling, unit perencanaan bandara, hingga area sisi udara (airside).
Setelah data baseline tervalidasi, kedua pihak menyiapkan cetak biru skenario baru. Modifikasi ini mencakup penataan ulang rute pergerakan darat, alokasi optimal area parkir pesawat (apron), serta percepatan koordinasi antarpelaksana operasional bandara.
Baca Juga:AirNav Indonesia Ingatkan Bahaya Balon Udara Liar: Tercatat 27 Laporan di Ketinggian Pesawat
Daya Tarik Baru bagi Pasar Aviasi Asia Pasifik
“Alternatif tersebut selanjutnya akan diuji melalui simulasi TAAM. Boeing diperkirakan akan memodelkan hingga tiga skenario untuk menilai kinerja masing-masing opsi sebelum dipertimbangkan untuk diterapkan,” imbuh Avirianto.




