Baca juga: Menkeu Purbaya – BI Kompak Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli 2026
Data Kementerian Keuangan sepanjang periode 1 April hingga 5 Juni 2026 merekam derasnya aliran dana bersih (net inflow) asing yang mengokupasi Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp18,5 triliun.
Pada saat yang sama, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga panen setoran dana asing dengan membukukan net inflow raksasa mencapai Rp78,5 triliun.
“Arus modal asing juga menunjukkan perbaikan yang signifikan pada triwulan II tahun 2026, terutama pada instrumen SBN dan SRBI,” kata Purbaya.
Meskipun pasar saham masih mencatat outflow, namun secara keseluruhan minat investor terhadap instrumen keuangan domestik masih tetap terjaga.
Jurus Lima Lapis Perry Warjiyo Jinakkan Dolar
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, merilis lima strategi pertahanan moneter sekaligus demi membentengi nilai tukar rupiah dari kejatuhan yang lebih dalam.
Baca juga:Â Realitas Fiskal Kaku, Menteng Kleb Sebut Harapan pada Menkeu Purbaya Mulai Kandas
Pertama, BI menggelar intervensi secara agresif di pasar spot serta mengunci transaksi derivatif Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Kedua, otoritas moneter mengerek suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin (bps) pada Mei dan menyuntik lagi 25 bps pada Juni demi melebarkan jarak imbal hasil (yield) dengan suku bunga global.
Ketiga, BI mengintensifkan lelang SRBI dua kali seminggu dibarengi dengan pemberian insentif penurunan tingkat swap lindung nilai sebesar 10 persen bagi pemegang modal asing.




