Melalui program Creative Talk yang digelar di Bali, Kemenperin berupaya menjembatani celah antara kemampuan produksi dan pemahaman Value Proposition Design.
Baca Juga: Kemenperin Gelar Sertifikasi Roasting: Upaya Kopi IKM Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
Relevansi Produk dengan Konsumen
Kepala Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), Dickie Sulistya Aprilyanto, menyoroti fakta bahwa kegagalan bisnis sering kali disebabkan oleh ketidaksesuaian produk dengan kebutuhan pasar.
Hal ini diamini oleh pakar bisnis I Made Surya Prayoga yang menekankan bahwa pelaku usaha harus mulai beralih dari fokus pada fitur produk menuju manfaat nyata bagi pelanggan.
“Penguatan literasi bisnis dan strategi desain mutlak diperlukan agar produk fesyen dan kriya IKM tidak hanya unggul secara estetika, tetapi juga kuat secara komersial,” tutur Reni Yanita.
Melalui bimbingan teknis dan lokakarya berkelanjutan, pemerintah menargetkan IKM kriya dan fesyen Indonesia mampu bertransformasi menjadi industri yang lebih profesional.
Fokus utamanya adalah mengubah paradigma dari sekadar menjual barang menjadi penyedia solusi gaya hidup yang dibutuhkan oleh konsumen modern. (*)






