Kolaborasi Ekosistem Dorong Nilai Investasi Properti
Kolaborasi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan pelaku industri perumahan menciptakan ekosistem yang mempercepat kepemilikan rumah sekaligus meningkatkan daya tarik sektor properti sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Menurut Nixon, akad massal tersebut membuktikan bahwa sinergi antarlembaga mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. BTN berperan memperkuat pembiayaan dan layanan, sementara dukungan Danantara Indonesia membantu menyatukan kebijakan, pembiayaan, pasokan rumah, dan kebutuhan masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Berdasarkan data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), akad massal kali ini melibatkan 62.710 debitur KPR Sejahtera FLPP, terdiri atas 200 debitur yang hadir langsung dan 62.510 debitur yang mengikuti secara daring. Akad berlangsung serentak di sedikitnya 130 titik yang tersebar di 372 kabupaten dan kota pada 36 provinsi.
BTN Perkuat Ekosistem Perumahan Nasional
Kinerja pembiayaan rumah subsidi terus meningkat seiring besarnya permintaan masyarakat terhadap hunian terjangkau. Hingga 29 Juli 2026, BP Tapera mencatat penyaluran FLPP mencapai 118.756 unit rumah dengan nilai Rp14,76 triliun, menunjukkan sektor perumahan tetap menjadi salah satu penggerak ekonomi nasional.
Data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga menunjukkan BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP hingga 29 Juli 2026. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara bank-bank Himbara dan mempertegas posisi BTN sebagai motor utama pembiayaan rumah subsidi.



