“Akumulasi dari Presiden Solusi itu, akumulasi dari PS, ujungnya adalah SP, Satrio Piningit yang akan membuat kondisi Indonesia menjadi lebih baik,” katanya mengaitkan dengan ramalan jangka jayabaya.
Karakter Kepemimpinan “Hari Ini Harus Selesai”
Dalam forum yang sama, Dirgayuza Setiawan membeberkan bahwa draf awal buku ini bermula dari kejenuhan tim internal dalam mengompilasi kebijakan publik yang meluncur deras dari ruang rapat kabinet sejak hari pertama Prabowo dilantik.
Baca juga: Evaluasi Program Makan Gratis, Presiden Prabowo Copot Kepala Badan Gizi Nasional
Ketika dipetakan secara matematis, tim penulis justru menemukan fakta bahwa ada 108 program orisinal yang sukses dieksekusi secara instan.
“Jadi kami mencoba memetakan dan ternyata ada 108 solusi yang sudah dihadirkan oleh Bapak Presiden,” kata Dirgayuza menceritakan latar belakang penyusunan buku tersebut.
Mantan staf ahli ini menilai, watak kepemimpinan Prabowo cenderung tidak sabar menghadapi lambatnya ritme kerja birokrat. Bagi Kepala Negara, kebutuhan perut dan hajat hidup rakyat adalah urusan darurat yang tidak boleh ditunda oleh perdebatan meja rapat administrasi.
“Bapak Presiden kita merasa semua harus di-deliver secepat-cepatnya. Karena rakyat enggak bisa menunggu, rakyat membutuhkan makan hari ini, rakyat membutuhkan pupuk hari ini, rakyat membutuhkan kemudahan hari ini juga. Sekolah-sekolah perlu di-deliver secepat mungkin,” kata Yuza—sapaan akrab Dirgayuza—memaparkan filosofi kerja Istana.
Baca juga: Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Ekonomi yang Adil dan Sejahtera




