BTN Perkuat Analisis Nasabah untuk Pembiayaan Tepat Sasaran
BTN terus memperkuat strategi pembiayaan melalui pendekatan berbasis data. Perseroan sedang menyusun basis data antrean calon pembeli rumah yang dipadukan dengan rekam jejak menabung guna mengukur kemampuan calon debitur membayar angsuran secara lebih akurat.
“Nanti kami akan tahu dengan rekam jejak dia menabung, sebenarnya kemampuannya berapa setiap bulannya,” ungkapnya.
Pendekatan ini memberi manfaat bagi calon pembeli rumah karena pembiayaan dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing. Strategi tersebut juga berpotensi menjaga kualitas kredit sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan yang sehat dan berkelanjutan.
Peluang Investasi Properti Tetap Menarik Meski Ada Tantangan
Data Bank Indonesia menunjukkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah dan apartemen (KPR/KPA) industri perbankan melambat menjadi 4,4 persen (year on year/yoy) pada Juni 2026 dari 4,7 persen (yoy) pada Mei 2026. Meski demikian, kredit properti secara keseluruhan masih tumbuh 17,6 persen (yoy), yang mencerminkan sektor properti tetap memiliki daya tarik.
Hirwandi menjelaskan perlambatan KPR dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti keterbatasan lahan, proses perizinan, hingga ketentuan mengenai lahan sawah yang dilindungi. Selain itu, sebagian masyarakat masih memprioritaskan kebutuhan lain di tengah dinamika ekonomi.
“Banyak faktor sebetulnya. Misalnya, di KPR subsidi sekarang masalah lahan juga menjadi masalah dari sisi perizinan. Apalagi sekarang ada isu lahan sawah dilindungi, itu juga memengaruhi,” ujarnya.



