Sinergi ini membuahkan hasil cepat dengan selesainya asesmen darurat bagi seluruh korban luka bakar pada Jumat malam.
Baca juga:Â Libur Panjang 2026, ASDP Perkuat Layanan 4 Pelabuhan Utama Antisipasi Lonjakan
Petugas medis langsung memilah tindakan kedokteran berdasarkan tingkat keparahan luka masing-masing penumpang.
General Manager ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, merinci status kesehatan terbaru dari para korban yang sedang berjuang di ruang perawatan.
Berdasarkan data mutakhir, tim dokter masih menempatkan dua orang korban di ruang observasi Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna memantau perkembangan luka dalam.
Sementara itu, delapan korban sedang menjalani tindakan bedah rekonstruksi serta pembersihan jaringan kulit oleh dokter spesialis bedah plastik.
Andri menambahkan bahwa lima korban lainnya telah menyelesaikan prosedur operasi besar dan kini menempati ranjang perawatan intensif di ruang ICU serta HCU.
Baca juga:Â Konektivitas Pulau Lancar, BUMN ASDP Kantongi Pendapatan Jumbo Rp4,96 Triliun
Tim medis menyiagakan perawat selama 24 jam penuh untuk mengawasi stabilitas tanda-tanda vital kelima pasien tersebut.
Dokter memerlukan observasi ketat ini demi mencegah risiko infeksi lanjutan dan memastikan pernapasan pasien kembali normal.
Membiayai Akomodasi Keluarga Penumpang dari Luar Kota
Selain mengurusi obat-obatan, manajemen ASDP juga menaruh perhatian besar pada kenyamanan mental keluarga yang menjaga pasien.
Korporasi membiayai seluruh ongkos perjalanan, penginapan, dan konsumsi bagi kerabat korban yang datang dari luar wilayah Banda Aceh.




