“Pekerjaan yang layak harus dimaknai sebagai pekerjaan yang aman dan memberikan ruang kerja yang aman bagi setiap pekerja untuk menjalankan tugasnya dengan baik,” tuturnya.
Manajemen juga mengundang aktris sekaligus aktivis kesetaraan gender, Hannah Al Rashid, untuk membedah strategi penanganan korban kekerasan psikologis.
Baca juga: Cari Ratusan Pelaut Baru, PT PELNI Gelar Rekrutmen Terbuka dan Campus Hiring
Hannah mengajak seluruh karyawan PELNI membuang jauh-jauh sikap apatis.
Selanjutnya, mulai berani mengambil peran sebagai pelindung (bystander) saat melihat aksi perundungan di sekitar kubikel kantor.
“Kita semua dapat menjadi pendengar yang baik dan memberikan dukungan kepada rekan kerja yang mengalami situasi yang tidak nyaman,” ucap Hannah Al Rashid.
“Saling menghormati dan saling menjaga satu sama lain merupakan langkah sederhana namun penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi semua,” tambahnya.
Melalui momentum peluncuran kebijakan RWP 2026 ini, direksi PELNI berharap seluruh jajaran pegawai dapat bertransformasi menjadi agen perubahan yang aktif.
Manajemen mengintegrasikan sistem perlindungan ini dengan Living Core Values AKHLAK BUMN, khususnya pada pilar Amanah, Harmonis, dan Kolaboratif. (*)




