Di tingkat regional, Jawa Tengah memikul beban yang cukup berat. Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan, Heru Triwidarto, membeberkan bahwa wilayahnya dipatok mampu membuka lahan tebu seluas 10.800 hektare sepanjang tahun ini.
Baca juga:Â Viral Bantuan Beras Sumatra: Kementan Minta Maaf, Sudah 1.200 Ton Disalurkan
Hingga awal Juni, raport fisik di lapangan baru menyentuh angka 80 persen atau sekitar 8.800 hektare. Artinya, masih ada utang sekitar 2.000 hektare lahan yang harus dikejar dalam waktu singkat. Pekalongan pun didaulat menjadi salah satu mesin pendongkrak untuk menutup minus tersebut.
“Masih terdapat sekitar 2.000 hektare yang akan terus dikejar hingga akhir tahun. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, industri gula, dan petani,” kata Heru.
Secara nasional, cetak biru Kementan menargetkan hamparan tebu baru seluas 97 ribu hektare. Roda pergerakannya kini baru menyentuh angka 62 persen. Angka yang memaksa pusat dan daerah harus bahu-membahu melobi para petani agar mau kembali melirik tanaman tebu sebagai tumpuan hidup.
Mengunci Manfaat Lewat Pabrik Gula Sragi
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perkebunan (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, menjelaskan bahwa daerahnya kebagian jatah kuota seluas 234 hektare untuk tahun ini.
Baca juga:Â Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Kementan Berdayakan Ekonomi Kerakyatan
“Hingga saat ini realisasi tanam telah mencapai 135 hektare. Kami optimistis target tersebut dapat tercapai dengan dukungan seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat, pabrik gula, dan petani,” ujar Yudhi.

