Baca Juga:Â Menteri Kebudayaan Dorong Digitalisasi Warisan Dokumenter Asia Pasifik
Inovasi format Wayang GOKUL membuktikan kelenturan seni wayang golek dan wayang kulit Priangan saat membawakan lakon klasik Karna Tanding.
Pihak penyelenggara menggandeng ikon komedi populer seperti Sule, Nunung, dan Kiki Juliar untuk memecah kekakuan narasi klasik tanpa merusak esensi filosofis cerita.
Formulasi lintas genre ini sukses menyedot minat audiens muda perkotaan yang mendambakan pertunjukan cerdas, relevan, dan menghibur.
Langkah adaptasi panggung ini membuktikan seni pertunjukan daerah dapat bersaing ketat dengan hiburan digital modern.
Baca Juga:Â Dekolonisasi Pengetahuan Sejarah Menbud Fadli Zon Perkuat Investasi Edukasi Budaya
Penyelenggara acara kini dapat melirik festival wayang komedi sebagai alternatif tontonan akhir pekan yang menguntungkan secara komersial.
Pendekatan hibrida semacam ini mempercepat adopsi budaya adiluhung ke dalam gaya hidup santai kaum urban.
Membangun Sinergi Pemangku Kepentingan Perkuat Ekosistem Seni
Peringatan prestisius ini mempertemukan tokoh-tokoh penting lintas bidang, mulai dari Walikota Bogor Dedie A. Rachim, Wakil Walikota Jenal Mutaqin, Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, hingga Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng dan budayawan Adi Bing Slamet.
Kehadiran jajaran Forkopimda bersama ratusan komunitas seni memperlihatkan solidnya komitmen bersama dalam memajukan ekonomi budaya lokal.
Baca Juga:Â AMI Awards 2026 Perkuat Industri Musik Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi




