Baca Juga: Kemendag Terbitkan Permendag Ekspor 2026, Hapus Izin ET Timah dan Migas Demi Genjot Investasi
Adapun hilirisasi minyak dan gas bumi (migas) menyumbang Rp17,7 triliun, sementara sektor perikanan dan kelautan masih di angka Rp1,7 triliun.
Meski masih kecil, Rosan memproyeksikan sektor kelautan akan menunjukkan taringnya pada paruh kedua tahun ini. “Kita melihat investasi hilirisasi perikanan dan kelautan bisa meningkat pada semester depan,” ucapnya.
Penyerapan Modal di Luar Jawa
Menariknya, arus modal hilirisasi semakin deras mengalir ke wilayah luar Jawa. BKPM mencatat sebanyak 75,5 persen atau Rp111,4 triliun dari total investasi hilirisasi berlokasi di luar Pulau Jawa.
Sulawesi Tenggara memimpin sebagai lokasi favorit dengan nilai investasi Rp24,1 triliun, diikuti Maluku Utara sebesar Rp18,6 triliun.
Baca Juga: Investasi Properti: Ruko Alunara BSD Timur Mulai 1M-an, Lokasi Strategis di Pusat Pertumbuhan
Sementara itu, Jawa Barat menjadi satu-satunya perwakilan Pulau Jawa di posisi lima besar dengan nilai Rp13,0 triliun, bersaing ketat dengan Nusa Tenggara Barat (Rp12,9 triliun) dan Kepulauan Riau (Rp9,6 triliun).
Laju investasi yang kian menyebar ini diharapkan mampu mendorong pemerataan ekonomi dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru berbasis sumber daya alam di berbagai daerah. (*)






