Kapasitas Produksi Marunda Pangkas Ketergantungan Impor
Menperin menyampaikan, kinerja manufaktur nasional tersebut tidak terlepas dari kontribusi dan kepercayaan para pelaku industri yang terus memperkuat kegiatan produksinya di Indonesia.
Baca Juga: Investasi Manufaktur Tumbuh Pesat, 1.236 Perusahaan Siap Produksi 2026
Kehadiran fasilitas baru ini secara nyata mengamankan kebutuhan pelumas sektor transportasi dan logistik modern yang menopang gaya hidup urban.
Setelah melakukan pengembangan Lubricants Oil Blending Plant (LOBP) pada 2022, kapasitas produksi pelumas Shell di Marunda mencapai hingga 300 juta liter per tahun.
Fasilitas Grease Manufacturing Plant (GMP) kini melengkapi kawasan tersebut dengan kapasitas produksi grease sebesar 12.000 ton per tahun.
“Dengan kapasitas tersebut, GMP Marunda berdasarkan data Shell, termasuk dalam tiga besar fasilitas grease Shell secara global. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan kegiatan manufaktur Shell,” katanya.
Baca Juga: Menkeu Dorong LPEI Guyur Bunga Murah, Amankan Manufaktur dan Pasar Urban
Pengoperasian GMP Marunda menjawab langsung kebutuhan mendesak pasar domestik terhadap gemuk pelumas berkualitas tinggi.
Pada 2025, impor Indonesia untuk produk grease dengan kode HS 27101944 mencapai sekitar 22.377 ton, dengan porsi merek Shell Gadus menyentuh 11.757 ton.
Pabrik Marunda kini memproduksi langsung Shell Gadus di dalam negeri guna memotong jalur distribusi lintas negara.
Fasilitas ini menghemat devisa negara, menstabilkan harga komponen alat transportasi massal perkotaan, dan menciptakan nilai tambah nyata bagi rantai pasok domestik.




