Baca Juga: Peluang Investasi UMKM: Indonesia Dorong Pembiayaan Inklusif di APEC
Efek Berganda Vendor Lokal dan Manufaktur Berkelanjutan
Selain memperbesar kapasitas produksi, Kemenperin menempatkan keterlibatan mitra lokal sebagai pilar utama pembentukan ekosistem industri yang tangguh.
Shell saat ini telah menggandeng lebih dari 50 vendor domestik dengan total nilai pengadaan mencapai sekitar Rp30 miliar per tahun.
“Keterlibatan vendor domestik menjadi fondasi yang baik untuk membangun ekosistem rantai pasok yang semakin kuat di dalam negeri. Ke depan, local sourcing dapat terus diperluas, terutama untuk bahan baku, kemasan, dan jasa industri, sehingga manfaat investasi dapat dirasakan lebih luas melalui tumbuhnya industri pendukung dan kegiatan ekonomi di sepanjang rantai pasok,” tuturnya.
Baca Juga: Ekspansi Farmasi Indonesia Bidik Afrika: Peluang Investasi dan Pasar Baru
Penerapan otomasi cerdas di GMP Marunda memastikan efisiensi proses sekaligus mendongkrak daya saing produk nasional di kancah regional.
Kawasan LOBP Marunda memadukan teknologi hijau melalui panel surya berkapasitas 1,1 juta kWh per tahun—memasok 17 persen listrik fasilitas—bersama sistem pemantauan energi dan penampungan air hujan (rainwater harvesting).
“Komitmen terhadap manufaktur yang modern, produktif, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta memperhatikan aspek lingkungan dan keselamatan kerja sejalan dengan arah pembangunan industri nasional yang semakin hijau, efisien, aman, dan berkelanjutan,” ujar Menperin.




