“Program ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu stabilisasi harga pangan, khususnya pada periode masa tanam dan musim paceklik yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan”, ujar Zulkifli Hasan menerangkan motif di balik kebijakan tersebut.
Menjamin Ketepatan Distribusi via Jalur Logistik Daerah
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pasukannya sanggup mengawal instruksi Istana dengan mengandalkan kekokohan isi gudang persediaan saat ini.
Mantan jenderal militer ini menggerakkan seluruh lini rantai pasok dari tingkat pusat hingga kantor cabang di daerah guna menyumbat celah penyelewengan kargo di lapangan.
Rizal menilai intervensi pasar secara masif ini ampuh mengunci harga beras di tingkat pengecer agar tidak meroket melewati batas kewajaran. “BULOG siap melaksanakan penugasan tambahan Bantuan Pangan yang diberikan pemerintah.
Baca juga: Stok Beras BULOG Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Komisi IV DPR Setujui Strategi SPHP
Dengan stok beras yang kuat dan dukungan jaringan distribusi nasional, kami optimistis program ini dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Rizal memberikan jaminan.
Guyuran Subsidi Kedelai Jinakkan Harga Tahu Tempe
Para peserta Rakortas tidak hanya fokus mengamankan urusan perut lewat komoditas beras. Otoritas fiskal dan pangan sepakat meluncurkan program pembiayaan baru berupa pemberian subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram dengan pagu kuota awal mencapai 250.000 ton.


