Baca Juga: Kemenperin Dorong Sertifikasi Halal di Kalimantan Barat demi Perkuat Struktur Industri Nasional
“Sertifikasi halal bukan lagi pilihan ataupun nilai tambah, tetapi akan menjadi persyaratan dasar untuk dapat masuk, bertahan, dan berkembang di pasar domestik,” tegas Reni.
Ia menambahkan, pasar halal global yang diperkirakan bernilai USD 7 triliun merupakan peluang strategis yang harus ditangkap oleh IKM nasional.
Pendampingan Menuju Cosmetic Day 2026
Sebagai langkah konkret, Kemenperin telah menggelar pelatihan teknis melalui webinar khusus pada pertengahan April lalu.
Kegiatan ini bertujuan mengupas tuntas regulasi dan proses sertifikasi bagi pelaku usaha kecil agar tidak terhambat saat aturan resmi diberlakukan secara penuh.
Baca Juga: BCA Syariah Dukung Sertifikasi Halal UMKM Melalui Pelatihan di UI HTC
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menyebutkan bahwa edukasi ini adalah bagian dari rangkaian menuju Cosmetic Day 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Acara tersebut akan mempertemukan pelaku IKM dengan pemangku kepentingan melalui business matching dan pameran.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya meningkatkan pemahaman IKM mengenai sertifikasi halal, mendorong kesiapan pelaku usaha dalam proses sertifikasi, serta membangun sinergi antara pelaku industri dengan pemangku kepentingan terkait,” kata Budi.
Pemerintah optimistis, melalui pendampingan teknis dan penguatan ekosistem industri, produk kecantikan karya anak bangsa tidak hanya akan merajai pasar dalam negeri tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional yang menuntut standar kualitas dan kehalalan yang tinggi. (*)






