Java Halu Coffee unjuk gigi dengan memamerkan standar kopi specialty hasil olahan pascapanen kelas premium.
Sementara itu, Onuka Chocolate mempromosikan keaslian cita rasa cokelat dari bahan kakao murni tanpa zat aditif.
Baca Juga: Kemendag Bidik Pasar Jepang, Akselerasi Ekspor Sektor Ekonomi Sirkular dan Ramah Lingkungan
Di sektor hortikultura, PT Visio Eco Planter menampilkan produk wadah tanaman berstandar ekspor yang dirancang tahan terhadap cuaca ekstrem.
“Setiap eksportir mendapat kesempatan untuk memaparkan keunggulan produk sekaligus mengeksplorasi kemungkinan kerja sama dagang dan potensi pasar di negara-negara mitra,” tambah Puntodewi.
Fasilitasi ini menuai apresiasi positif dari para pelaku usaha. Perwakilan Java Halu Coffee, Rani Mayasari, mengakui efisiensi biaya yang didapatkan melalui program jemput bola dari Kemendag ini.
“Fasilitasi ini sangat efektif dan efisien. Jika pelaku usaha harus penetrasi dan riset pasar secara mandiri ke berbagai negara, tentu akan membutuhkan biaya yang besar,” aku Rani.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Digital, Kemendag Ajak Masyarakat Jadi Konsumen Cerdas di Harkonas 2026
Ia juga mengakui bahwa kegiatan seperti ini menjadi peluang yang sangat dibutuhkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan calon pembeli baru.
Senada dengan Rani, Wiwi Paimun selaku perwakilan Onuka Chocolate berharap Kemendag meningkatkan frekuensi pertemuan bisnis ini agar jangkauan pasar internasional pelaku usaha mikro makin meluas.
“Business networking ini sangat membantu kami, UMKM di Indonesia, yang ingin mengulik akses ke luar negeri. Saya berharap, kegiatan ini bisa lebih sering diadakan tidak hanya sebagai agenda bulanan, tetapi sebagai agenda mingguan,” kata Wiwi.






