Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IKM mencakup 99,79 persen dari total unit usaha industri di Indonesia dan menyerap 65,52 persen dari total tenaga kerja industri.
“Data tersebut menunjukkan bahwa sektor IKM merupakan tulang punggung bagi industri nasional yang memiliki peran penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan,” tutur Reni.
Ia menambahkan, IKM memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan agar pelaku usaha mampu berkembang secara mandiri.
Digitalisasi dan Pendampingan Teknis
Sekretaris Ditjen IKMA, Yedi Sabaryadi, menyebutkan bahwa Bimtek di Sleman ini diikuti oleh 25 peserta. Selama tiga hari, para peserta dibekali materi praktis mulai dari pembukuan sederhana, perlindungan kekayaan intelektual, hingga strategi digital marketing.
Baca Juga: Industri Pengolahan Tetap Loyo, November PMI Manufaktur Kembali Terkontraksi
Para calon wirausaha ini tidak hanya diajarkan cara membuat produk, tetapi juga didampingi untuk masuk ke ekosistem digital melalui pembuatan akun e-commerce dan konten promosi. Untuk menunjang keberlanjutan usaha, Kemenperin memberikan bantuan berupa starter kit dan bantuan operasional.
Melalui program ini, Kemenperin berharap industri kecil olahan pangan di Sleman dapat naik kelas menjadi unit usaha yang profesional.
Sinergi lintas kementerian diharapkan terus berlanjut guna membangun ekosistem industri yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. (*)






