Baca Juga: Vokasi Rasa Hungaria: Kemenperin Adopsi Teknologi Budapest, Cetak SDM Industri Berstandar Global
“Kolaborasi pendidikan dan industri antara Indonesia dan Tiongkok perlu terus diperluas. Kehadiran China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) yang belum lama diresmikan merupakan langkah sangat baik dan perlu dimanfaatkan secara optimal,” kata Doddy.
Pertukaran Teknologi dan Tenaga Ahli
Liuzhou Polytechnic University, sebagai institusi yang berfokus pada industri otomotif dan teknologi informasi, berkomitmen untuk melakukan integrasi industri dan pendidikan secara mendalam.
Wakil Presiden Liuzhou Polytechnic University, Qiu Fuming, mengapresiasi dukungan Indonesia dalam pembentukan aliansi pendidikan ini.
“Kerja sama ini sangat penting bagi Tiongkok dan Indonesia untuk melaksanakan integrasi industri dan pendidikan, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, beasiswa pendidikan, penelitian akademik, hingga dukungan terhadap sekolah dan politeknik Kemenperin sebagai anggota CITIEA,” tutur Qiu Fuming.
Baca Juga: Menteri Agus: Sinergi RI-Tiongkok Cetak SDM Industri Unggul
Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, menambahkan bahwa langkah ini adalah strategi jemput bola agar industri nasional mampu menjawab ekspektasi investor global.
Dengan sinergi yang lebih erat, diharapkan daya saing manufaktur Indonesia semakin kokoh di rantai pasok dunia. (*)






