Mesin utama pertumbuhan disokong oleh segmen kredit perumahan yang naik 4,8 persen menjadi Rp332,88 triliun.Kinerja cemerlang.
Secara spesifik, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi mendominasi dengan kenaikan 8,1 persen yoy menjadi Rp196,96 triliun.
Di sisi lain, kredit non-perumahan melonjak tajam 46,1 persen yoy menyentuh angka Rp85,22 triliun.
Baca juga:Â Salip Singapura, 45 Ribu Pelari dari 52 Negara Siap Banjiri BTN JAKIM 2026
Ekspansi masif ini turut mendongkrak total aset perseroan tumbuh 12,4 persen menjadi Rp545,16 triliun.
Nixon menjabarkan bahwa transformasi BTN bergerak bertahap dari posisi sebagai housing specialist menuju fase beyond mortgage.
Tujuannya adalah menghadirkan ekosistem layanan keuangan yang terintegrasi bagi keluarga Indonesia.
Langkah ekspansi ini juga didukung penguatan tata kelola, implementasi AI Governance, dan optimalisasi neraca perusahaan.
Optimalisasi Layanan Digital
Dari sisi pendanaan, himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp433,00 triliun atau naik 6,6 persen yoy.
Optimalisasi layanan digital melalui superapps Bale by BTN, yang penggunanya kini menembus 4,3 juta, berhasil menekan dan menjaga biaya dana (cost of fund) di level efisien 3,01 persen.
Baca juga:Â Sokong Maung MV3, Bank BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke PT Pindad
“Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut didukung struktur pendanaan yang semakin kuat sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis Perseroan dalam jangka panjang,” ujar Nixon.




