URBANCITY.CO.ID – Tren pelesir masyarakat urban kini bergeser drastis menuju ekowisata berkelanjutan dan wellness travel bernilai tinggi.
Kalangan profesional perkotaan memburu destinasi otentik yang menawarkan perpaduan pesona bentang alam perawan serta kekayaan kultural lokal.
Kabar membanggakan datang dari panggung global tatkala lima UNESCO Global Geopark (UGGp) Indonesia sukses mengamankan rekomendasi status green card dalam sidang revalidasi UNESCO pada Selasa (3/11/2026).
Raihan predikat hijau ini mengukuhkan daya saing kawasan Belitong, Ijen, Maros Pangkep, Merangin di Jambi, serta Raja Ampat di peta pariwisata dunia.
Baca Juga:Â 5 Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Bojonegoro Buka Peluang Investasi Hijau
UNESCO merekomendasikan seluruh destinasi tersebut tanpa satu pun catatan teguran yellow card. Capaian prestisius ini menempatkan Indonesia sebagai episentrum pariwisata hijau bernilai investasi strategis.
Kawasan Belitong, Ijen, Maros Pangkep, dan Raja Ampat menyabet rekomendasi secara bulat dari seluruh panelis.
Sementara itu, Geopark Merangin Jambi sukses mengantongi status serupa melalui proses voting dinamis dengan torehan tujuh suara mendukung berbanding empat suara menolak.
Sidang Executive Board (EB) UNESCO dijadwalkan mengesahkan seluruh rekomendasi resmi ini pada April 2027 mendatang.
Baca Juga:Â Bantul dan Padang Masuk Nominasi UNESCO 2027, Buka Peluang Investasi Ekraf
Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Fadli Zon, mengapresiasi kerja keras kolaboratif lintas pemangku kepentingan dalam mempertahankan status bergengsi tersebut.




