“Rekomendasi green card bagi lima UNESCO Global Geopark Indonesia merupakan kabar yang membanggakan bagi bangsa Indonesia. Ini menunjukkan bahwa upaya kita dalam menjaga kekayaan alam dan budaya Indonesia mendapatkan pengakuan dan apresiasi di tingkat dunia. Sebagai Ketua KNIU, saya memandang capaian ini bukan sekadar hasil positif dari proses revalidasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan melestarikan warisan tersebut bagi generasi mendatang,” ujar Fadli Zon.
Menangkap Potensi Investasi Hijau dan Gaya Hidup Berkelanjutan
Status global ini memicu gelombang investasi baru di sektor amenitas ramah lingkungan, resor wellness, dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Menpar Widiyanti Tinjau Raja Ampat, Pastikan Kesiapan Revalidasi UNESCO Global Geopark
Kalangan investor perkotaan kian melirik aset-aset bernilai tinggi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat adat.
Integrasi alam dan budaya lokal menciptakan diferensiasi pasar pariwisata premium yang menguntungkan.
Fadli Zon menegaskan integrasi holistik antara bentang geologi dengan tradisi peradaban setempat di kawasan geopark.
“Geopark merupakan ruang yang mempertemukan warisan alam dengan warisan budaya. Di balik bentang alam yang luar biasa, terdapat sejarah panjang peradaban, tradisi, kearifan lokal, dan pengetahuan masyarakat. Karena itu, pelindungan geopark harus dilakukan secara menyeluruh, dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari upaya pelestariannya,” lanjutnya.




