Baca Juga: Menuju SEDASA 2026, Menteri Ekraf Teuku Riefky Dorong Sinergi Industri Fesyen
“Di tengah ketidakpastian global, yang akan bertahan bukan yang paling besar, tetapi yang paling adaptif,” tegas Riefky.
Ekosistem Hexahelix di Kampus
Forum ini dihadiri lebih dari 400 peserta yang mayoritas adalah mahasiswa. Partisipasi aktif ini dipandang sebagai sinyal positif tumbuhnya minat kewirausahaan di kalangan akademisi.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UGM, Supriyadi, menegaskan bahwa kampus berkomitmen menjadi inkubator bagi talenta inovatif.
“Kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ekosistem yang mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan kolaboratif,” ujarnya.
Baca Juga: Menteri Ekraf Teuku Riefky: Dorong Jenama Lokal Jadi Juara Nasional dan Go Global
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum HIPMI PT UGM, Aswin Hadyan, menyatakan bahwa kolaborasi lintas kementerian dalam acara ini bertujuan untuk memberikan arah yang jelas bagi bisnis mahasiswa agar mampu berkelanjutan.
Penguatan UMKM tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan digitalisasi, akses pembiayaan, dan kesiapan tenaga kerja.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Ekraf bersama Kementerian Komunikasi dan Digital turut menyerahkan penghargaan bagi UMKM inspiratif.
Langkah ini mempertegas pendekatan hexahelix—sinergi pemerintah, akademisi, pengusaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan—dalam memperkokoh daya saing ekonomi kreatif nasional dari bangku kuliah. (*)






