URBANCITY.CO.ID – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memacu penguatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu menembus rantai pasok nasional.
Capaian terbaru ditunjukkan dengan keberhasilan 12 IKM binaan yang resmi menjadi pemasok perlengkapan haji untuk musim keberangkatan tahun 2026 (1447H).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa keterlibatan IKM ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengoptimalkan potensi pasar domestik yang melimpah.
Dengan kuota haji yang besar, ekosistem haji dan umrah dinilai menjadi momentum emas bagi produk industri nasional.
Pemerintah terus berupaya agar kebutuhan dalam negeri, termasuk untuk penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, dapat dipenuhi oleh produk industri nasional.
Baca Juga: Kemenperin Pacu Digitalisasi IKM demi Bendung Produk Impor dan Kuasai Pasar E-commerce
“Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan daya saing IKM sekaligus memperluas akses pasar mereka,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangan tertulisnya, Senin, 20 April 2026.
Hasil Konkret Business Matching
Keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari Business Matching yang digelar pada Desember 2025. Forum tersebut mempertemukan pelaku IKM dengan para offtaker, mulai dari perusahaan travel, agregator, hingga perbankan syariah.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), Reni Yanita, mengungkapkan bahwa empat IKM telah menjalin kontrak pengadaan dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Keempat perusahaan tersebut adalah CV Akasia Batik, PT Kresna Andalan Beka, CV Rajasa Mas Jaya, dan CV Gilang Githa Gemilang.




