“Produk IKM binaan kami, mulai dari batik, mukena, hingga kain ihram telah menjadi bagian dari perlengkapan resmi jemaah haji Indonesia,” kata Reni.
Baca Juga: Kemenperin Gelar Business Matching 2026, Dorong IKM Kerajinan Tembus Pasar Global
Jaminan Keaslian lewat Batikmark
Selain perlengkapan ibadah, delapan IKM batik dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta turut terpilih sebagai pemasok seragam haji.
Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menjelaskan bahwa seluruh produk batik tersebut telah mengantongi sertifikasi Batikmark.
“Sertifikat Batikmark memastikan bahwa seragam batik yang dikenakan jemaah haji merupakan batik asli produksi IKM Indonesia,” jelas Budi.
Sertifikasi ini menjadi krusial untuk menjaga identitas wastra nusantara di kancah internasional sekaligus menjamin kualitas produk bagi para jemaah.
Ekspansi Pasar Berkelanjutan
Tak hanya lewat jalur kemitraan korporasi, Kemenperin juga memfasilitasi promosi langsung melalui ajang seperti Expo UMKM Haji dan Umrah di Medan pada April 2026.
Baca Juga: Tembus Pasar Dunia, IKM Kerajinan asal Bantul Raup Ekspor Rp1,83 Miliar
Langkah ini bertujuan memperkenalkan produk IKM secara langsung kepada calon jemaah sebelum keberangkatan.
Agus Gumiwang optimistis sinergi antara pemerintah dan pemangku kepentingan akan terus memperluas peran IKM dalam ekonomi nasional.
“Kami optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan stakeholder terkait, keterlibatan IKM dalam rantai pasok haji dan umrah akan terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional,” pungkasnya. (*)






