Ajang yang bergulir sepanjang 4–7 Juni 2026 ini juga menyediakan ruang travel mart (Business-to-Business/B2B) yang mempertemukan para makelar dan pelaku industri wisata dari kedua negara untuk menjajaki kontrak politik dagang jangka panjang.
Dari hasil gerilya promosi selama empat hari tersebut, delegasi Indonesia sukses mencatat angka potensial kunjungan (potential pax) sebanyak 4.970 orang. Nilai estimasi potensi transaksi dari rombongan pelancong ini ditaksir menembus angka Rp144 miliar.
“Korea Selatan merupakan salah satu pasar prioritas bagi pariwisata Indonesia. Melalui partisipasi pada SITF 2026, kami terus mempromosikan berbagai produk wisata unggulan, mulai dari wisata bahari, wellness, luxury, hingga gastronomi,” tutur Ni Made.
Ia optimistis, penghargaan Best Booth Design ini semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata kelas dunia di pasar Korea Selatan.
Baca juga: Genjot Turis Malaysia, Kemenpar Ajak Agen Travel Terkemuka Jelajahi Keindahan Kepri
Kemenpar berharap penetrasi pasar yang agresif ini bisa mengukuhkan posisi jenama Wonderful Indonesia di pasar Asia Timur.
Lewat perluasan kolaborasi antar-pemain industri hilir kedua negara, arus kedatangan wisman asal Korea Selatan ke berbagai destinasi prioritas diharapkan bisa melonjak secara berkelanjutan demi menyuntikkan devisa segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (*)




