Sejumlah destinasi unggulan yang disorongkan meliputi Batam, Bali, Lombok, Labuan Bajo, Flores, Sulawesi Utara, hingga Nusa Tenggara Timur.
Penjualan paket wisata sengaja dikurasi secara spesifik berdasarkan preferensi utama turis Korea, yakni berfokus pada produk wisata kebugaran (wellness tourism), wisata mewah (luxury tourism), wisata bahari (marine tourism), dan wisata gastronomi.
Baca juga:Â Cetak Fasilitator Lokal, Kemenpar Genjot Praktik Pariwisata Hijau Berbasis Warga
Ni Made memaparkan bahwa Pulau Dewata sejauh ini masih menjadi magnet utama yang paling digilai oleh pelancong asal Korea Selatan, yang kemudian disusul oleh Labuan Bajo dan Manado.
Ketertarikan tersebut tercermin dari padatnya antrean pengunjung di Paviliun Wonderful Indonesia selama pameran berlangsung.
Pengunjung dilaporkan terpikat oleh visualisasi desain stan yang menonjolkan identitas kultural Indonesia secara tegas namun tetap dikemas modern.
Daya tarik Paviliun Indonesia kian tak terbendung berkat kehadiran Indonesia Coffee Corner.
Aktivasi ini menjadi salah satu pusat perhatian terbesar karena menyajikan aroma dan cita rasa autentik dari ragam kopi khas Nusantara secara gratis, mulai dari Kopi Gayo, Kopi Toraja, hingga Kopi Mandailing.
Pengalaman indrawi ini dinilai ampuh mendekatkan kekayaan budaya Indonesia ke lidah warga Seoul.
Baca juga:Â Cetak Fasilitator Lokal, Kemenpar Genjot Praktik Pariwisata Hijau Berbasis Warga
Meraup Potensi Cuan Ratusan Miliar Rupiah
SITF 2026 tidak hanya menjadi arena jualan langsung ke konsumen retail (Business-to-Consumer/B2C).




