“Kami ingin menghadirkan program yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui pelatihan ini, Gen Z desa didorong untuk terlibat langsung dalam inovasi berkelanjutan dan memiliki keterampilan baru yang bermanfaat,” pungkas Meddenia.
Baca Juga: Bos Pertamina Drilling Sidak Rig Prabumulih: Pastikan Keamanan Pengeboran Selama Ramadan 2026
Saat ini, program pemberdayaan tersebut sukses mengolah sekitar 1 kilogram sampah organik setiap minggunya, sekaligus melahirkan agen-agen muda yang terampil dalam mengelola limbah domestik menjadi produk teknologi bernilai komersial. (*)





