Baca juga: PTPN IV Kebun Air Molek 2 Siap Replanting 862 Hektare Sawit demi Capai Target 7 Ton CPO
Senjatanya adalah teknologi Covered Lagoon atau Covered In-Ground Anaerobic Reactor (CIGAR). Sistem raksasa ini bertugas menangkap gas metana—salah satu gas rumah kaca paling destruktif—yang menguap dari kolam limbah cair, lalu mengonversinya menjadi pasokan energi operasional pabrik.
Kapasitasnya tak main-main: mencapai 20.000 meter kubik atau setara 700 Nm³ biogas per jam. Dengan volume jumbo ini, potensi pencemaran lingkungan akibat POME berhasil ditekan drastis, sembari menghemat pengeluaran energi perusahaan.
“Prinsip yang kami jalankan adalah bagaimana seluruh produk samping hasil pengolahan sawit dapat dimanfaatkan secara optimal,” jelas Devario.
Bagi Devario, tata kelola ini menjadi bukti bahwa industri sawit modern tak melulu soal mengejar angka produksi tinggi.
Di tangan yang tepat, produk sampingan yang semula dicampakkan justru bisa menjadi modal utama menyokong agenda net zero emission nasional. (*)
