Baca juga: Lebaran Sultan di Kampar: Petani Sawit Mitra PTPN IV Raup THR Rp28 Juta
Namun, para petani sekitar tampaknya harus gigit jari untuk sementara waktu. Dalam sebulan terakhir, keran distribusi gratis itu ditutup.
Manajemen tengah memprioritaskan pemanfaatan tankos dan produk sampingan lain, seperti abu janjang, demi menyuburkan kebun inti milik perusahaan sendiri.
“Sudah lebih dari satu bulan tidak ada penyaluran tankos ke masyarakat karena sesuai arahan manajemen, tankos dan by product lainnya seperti abu janjang saat ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan kebun inti,” paparnya.
Meski penyaluran mandek sementara, para petani telanjur merasakan tuahnya. Di tengah melambungnya harga pupuk kimia beberapa tahun terakhir, kiriman tankos cuma-cuma dari perusahaan laksana oase.
Baca juga: Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa Pasok Alat Keterampilan untuk Siswa SLB Sri Mujinab Pekanbaru
Idang, salah seorang petani setempat, mengakui program tersebut sangat memangkas biaya perawatan kebunnya.
“Kami sebagai petani sangat terbantu dengan inisiatif PKS Tapung. Program ini membantu kami mengurangi biaya perawatan kebun. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali dilanjutkan setelah kebutuhan kebun inti perusahaan terpenuhi,” katanya.
Menangkap Metana di Covered Lagoon
Gebrakan PKS Sei Tapung tak berhenti di urusan pupuk padat. Sejak tahun 2023, raksasa perkebunan ini mulai menjamah sektor energi baru terbarukan.
Mereka memanfaatkan limbah cair kelapa sawit alias Palm Oil Mill Effluent (POME) untuk menggerakkan fasilitas Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Co-firing.
